PESTA PARHEHEON ASM HKBP PALEMBANG TAHUN 2010

FOTO BERSAMA GURU SEKOLAH MINGGU DAN PENDETA HKBP PALEMBANG.

PARHEHEON ASM HKBP PALEMBANG 2013

LOMBA GERAK DAN LAGU DARI UNIT SWAKARYA

ASM HKBP PALEMBANG UNIT PERUMDAM

PESERTA LOMBA GERAK DAN LAGU DARI UNIT PERUMDAM

ANAK-ANAK SEKOLAH MINGGU

HORONG 3 UNIT YAPON HKBP PALEMBANG TAHUN AJARAN 2013/2014

GSM HKBP PALEMBANG BULAN MEI 2013

FOTO BERSAMA DALAM ACARA PARHEHEON ASM 12 MEI 2013

PESTA PARHEHEON SEKOLAH MINGGU HKBP PALEMBANG 2013

FOTO BERSAMA GURU-GURU SEKOLAH MINGGU DENGAN PDT. AMANG MARNAEK SITUMORANG

PESTA PARHEHEON SEKOLAH MINGGU HKBP PALEMBANG 2013

FOTO BERSAMA ANAK SEKOLAH MINGGU HORONG KECIL DAN GURU-GURU SEKOLAH MINGGUNYA

Sabtu, 19 April 2014

Ibadah Jumat Agung SM HKBP Palembang

Ibadah Jumat Agung Sekolah Minggu HKBP Palembang dilaksanakan Jumat, 18 April 2014 di Jl. Mayor Ruslan No.3. Seluruh unit berkumpul di unit Yapon, kecuali unit Arinda. Sekitar 150 anak sekolah minggu dengan rentang usia dari 5 - 14 tahun berkumpul di ruang GSG 2 kompleks gereja HKBP Palembang.

Ibadah dimulai pkl 07.30 dipimpin oleh St. E br. Ambarita. Selain anak sekolah minggu, ibadah juga diikuti guru-guru sekolah minggu dan sejumlah orang tua asm. Ibadah berlangsung tertib dan hikmat.

Khotbah untuk ibadah Jumat Agung tahun ini diambil dari 2 Korintus 5 : 14 - 15. Bersama-sama, anak sekolah minggu diingatkan tentang Tuhan Yesus yang sudah mati untuk semua orang.

Upah dosa adalah maut, kematian untuk selama-lamanya. Supaya setiap orang percaya mendapat bagian ke Sorga, Tuhan Yesus harus mati di kayu salib untuk menanggung dosa manusia karena salib menjadi satu-satunya cara Allah menebus dosa manusia.

Sesudah Tuhan Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, tetapi bangkit pada hari ketiga. Melalui kematiannya di kayu salib, Tuhan Yesus mengalahkan kematian dan mematikan kuasa dosa dalam hidup manusia. Sehingga kehidupan anak-anak sekolah minggu bukan lagi untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk Tuhan.

Selamat mengenang relanya Tuhan Yesus mati, disalibkan ..

Selamat menyambut Paskah, kemenangan Tuhan Yesus mengalahkan maut..

Tuhan Yesus memberkati..

(RS)

Jumat, 04 Oktober 2013

Allah Kita adalah Allah Yang Adil

 Nats Sekolah Minggu HKBP tanggal 06 Oktober 2013 dari Matius 20:1-16

Perumpamaan Tentang Orang-orang Upahan di Kebun Anggur 

Pohon Anggur
20:1"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.

20:2 Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.

20:3 Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.

20:4 Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi.

20:5 Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.

20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?

20:7 Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.

20:8 Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.

20:9 Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.

20:10 Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.

20:11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,

20:12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

20:13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

20:14 Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.

20:15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

20:16 Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."







Seorang Tuan Pemilik Kebun Anggur yang mencari seorang Upahan untuk bekerja di Kebun Anggur miliknya.

Berdasarkan Nats diatas dapat diambil kesimpulan yang dapat diajarkan kepada Anak-anak Sekolah Minggu, antara lain:
  1. Allah itu adalah Allah yang adil.  Walaupun keadilan yang ada di dunia atau pikiran manunusia tidak sama (Matius 20:12) dengan keadilan menurut Allah (Matius 20:13) oleh karenanya jangan pernah kita ragukan dan pertanyakan setiap keputusan ataupun ketetapan Tuhan.
  2. Allah itu adalah Allah yang murah hati. (Matius 20:15)
  3. Kasih Karunia Allah untuk semua orang.  (Matius 20:16) Artinya setiap orang yang datang kepada Allah semuanya akan diperhitungkan Allah dan semuanya sama di mata Allah.
  4. Tidak ada kata terlambat dihadapan Allah asalkan setiap orang mau bertobat dan mau datang kepada Allah maka Allah akan menunjukkan belas kasihannya kepada kita. (Matius 20:16)


Pekerja Kebun Anggur sedang memasukkan anggur yang telah dipetik ke dalam keranjang

Berdasarkan Nats diatas Aplikasi yang dapat untuk Anak-anak Sekolah Minggu, antara lain:
  1. Bersyukurlah untuk setiap hal yang ada;
  2. Jangan pernah membandingkan-bandingkan apa yang dimiliki dan diterima dengan apa yang dimiliki dan diterima oleh orang lain, karena itu akan menimbulkan perasaan iri hati;
  3. Jangan bersungut-sungut. (Matius 20:11-12) Pekerja yang bekerja dari pagi bersungut-sungut ketika mengetahui upahnya sama dengan upahan yang mulai bekerja sore hari. 
  4. Jangan Malas (Matius 20:6) Orang-orang yang belum mendapatkan pekerjaan mereka tetap setia menunggu sampai ada Tuan yang akan mempekerjakan mereka, jadi mereka memilih menunggu sampai sore ketimbang pulang kerumah dan tidur karena orang-orang tersebut bertanggung jawab dengan keluarganya.  Oleh karena itu anak-anak sekolah minggu harus menjadi anak-anak yang rajin dalam segala hal
  5. Bersukacitalah dengan orang-orang yang mendapatkan kemurahan Tuhan.

Pekerja Kebun Anggur

Pekerja Kebun Anggur

Selasa, 24 September 2013

Kelemahan Tanto






Namanya Tanto,  usianya baru sembilan tahun dan ia sekarang duduk di kelas 5 SD.  Pada usia Tanto yang kelima, ia sudah dimasukkan ke sekolah dasar oleh orang tuanya karena Tanto merupakan anak yang sangat cerdas.  Tanto bukan hanya anak yang cerdas tapi juga aktif serta memiliki rasa ingin tahu yang besar akan sesuatu dan apabila orang tuanya tidak tahu maka Tanto akan mencari tahunya dari buku dan internet.  Oleh karena rasa ingin tahu Tanto yang begitu besar akan sesuatu hal, maka orang tuanya selalu membelikannya buku- buku untuk anak seusianya.  Semua buku mulai dari buku pengetahuan sampai dengan buku cerita telah Tanto baca semuanya, bahkan buku pelajaran sekolahnya pun semuanya sudah di bacanya dan dia lebih dulu menguasai pelajaran dibandingkan teman-temannya yang lain. 
Tanto memang anak yang spesial tapi sayang dia juga memiliki kebiasaan yang tidak baik yaitu ia paling sulit kalau harus memperhatikan guru yang sedang menerangkan pelajaran sampai dengan selesai.   Awal  pelajaran dimulai, Tanto masih bisa menyimak apa yang diterangkan gurunya tetapi sesudah 15 menit kemudian, ia mulai merasa bosan dan selanjutnya pasti Tanto mulai menyibukkan dirinya dengan bermain game di hpnya ataupun membuka internet dari hpnya. Tapi sejak guru-gurunya sering memergokinya sedang membuka hp pada saat jam pelajaran maka hp tanto disita oleh guru-gurunya pada saat jam bersangkutan. Tapi walaupun hp Tanto disita, Tanto masih tetap tidak  bisa menyimak pelajaran sampai dengan selesai.  Ada saja yang dikerjakan Tanto mulai dari menggambar, membuat mainan dari kertas ataupun dia mengajak teman sebangkunya ataupun teman-temannya yang duduk tidak berjauhan darinya untuk mengobrol.  Tentu saja ulah Tanto tersebut juga ikut mengganggu teman sebangkunya dan juga teman-temannya yang duduk di dekatnya.
Walaupun Tanto sering tidak memperhatikan pelajaran di sekolah tapi prestasi Tanto sangat bagus dia selalu meraih peringkat pertama di kelasnya dengan nilai yang sangat baik.  Sehingga guru-guru di sekolah Tanto yang lama memberikan perlakuan khusus kepada Tanto yang sulit memperhatikan pelajaran, dengan memberikan Tanto tugas atau kegiatan tersendiri di dalam kelas.
Tapi di sekolah yang baru, masih banyak guru yang belum memahami Tanto. Walaupun dari awal masuk, orang tuanya telah memberitahukan kelemahan Tanto yang sulit menyimak pelajaran di kelas.
Suatu hari guru wali kelas Tanto memanggilnya keruang guru dan mengajak Tanto berbicara..
“Tanto kenapa, kamu sering tidak memperhatikan guru saat menerangkan pelajaran di sekolah?” Tanya guru wali kelasnya
“Karena terasa membosankan” Kata Tanto singkat.
“Kenapa membosankan? Apa karena gurunya tidak enak dalam menyampaikan pelajarannya? Tanya wali kelas Tanto lagi.
“Bukan Bu, tapi karena...” Tanto terdiam sesaat.
“Tapi kenapa nak? Tanya wali kelas Tanto lagi.
Karena saya sudah menguasai pelajaran yang diterangkan di sekolah, Bu?” Jawab Tanto.
“Jadi kalau kamu sudah menguasai pelajaran yang diberikan,  apa boleh untuk tidak memperhatikan guru yang sedang  menerangkan pelajaran di depan kelas?” tanya wali kelas Tanto dengan sunggu-sungguh.
Ehm..bukan begitu Bu, tapi...tapi...” Tantopun terdiam dan bingung harus berkata apa.
“Nak, Ibu tahu bahwa kamu adalah anak yang sangat cerdas walaupun kamu baru tiga bulan disini karena ibu lihat nilai-nilai sekolahmu sangat baik dan kamu juga selalu meraih rangking pertama di sekolah sebelumnya. Guru wali kelas Tanto terdiam sejenak sambil menatap Tanto lembut.
“Tapi kalau kamu tidak memperhatikan pelajaran yang diterangkan oleh gurumu berarti kamu tidak menghormati gurumu dan merasa lebih pintar dari gurumu.  Apakah kamu mau disebut sebagai anak yang sombong, Tanto?”
“Tidak bu. Saya tidak bermaksud demikian tapi saya benar-benar sudah tahu apa yang diterangkan guru jadi sulit bagi saya untuk memperhatikan apa yang sudah saya kuasai.” Jawab Tanto membela diri.
“Kamu mungkin sudah menguasai pelajaran tersebut, tapi teman-temanmu yang lain belum tentu sudah menguasai pelajaran tersebut jadi jika kamu tidak memperhatikan gurumu dan mengajak teman-temanmu mengobrol, kasihan temanmu karena dia jadi tidak mengerti pelajaran yang diterangkan guru.” Kata gurunya melanjutkan.
“Justru itu bu,, kenapa hp saya selalu disita ketika jam pelajaran.” Tanto terdiam sesaat karena ia sedikit kesal ketika mengingat hpnya yang selalu disita guru ketika jam pelajaran.
Kemudian Tanto melanjutkan perkataannya:  “Jika hp saya tidak disita, maka saya pasti tidak akan mengganggu teman-teman yang lain.” Kata Tanto membela diri.
“Tanto, kamu tahu kan sekolah itu untuk apa?” Tanya gurunya tegas.
“Ia bu.” Jawab Tanto singkat.
“Kalau kamu tahu bahwa sekolah itu untuk belajar  maka kamupun pasti tahu bahwa tugas seorang siswa itu untuk belajar bukan main hp disekolah. Dan kalaupun hpmu disita bukan berarti menjadi alasanmu untuk mengganggu teman-temanmu yang lain  yang sedang belajar.  Apa kamu mengerti, Tanto!”   Kata gurunya tegas dengan tatapan yang tajam.
Melihat tatapan mata gurunya yang tajam tersebut membuat Tanto jadi sedikit gugup dan salah tingkah.
Ia, bu” Jawab Tanto pelan sambil menunduk karena tidak sanggup melihat tatapan mata gurunya.
“Apa kamu ingin temanmu menjadi bodoh gara-gara meladeni kamu mengobrol, Tanto?” Tanya gurunya masih dengan tatapan yang tajam
“Tentu saja tidak, bu” Jawab Tanto pelan sambil tetap menunduk.
Melihat Tanto yang seperti itu, gurunya bangkit berdiri mendekati Tanto dan kemudian menyentuh pundak Tanto. Tak lama kemudian gurunya kembali berkata: “Ibu, bukan tidak memahami apa yang menjadi kesulitanmu, tapi sekolah kita memang berbeda dengan sekolahmu yang dulu.  Ibu beserta guru-guru yang lain juga berusaha untuk mencari jalan keluar yang terbaik untukmu, Nak.”
“Oleh karenanya Ibu juga minta bantuanmu untuk lebih berusaha memperhatikan guru yang ada di depan dan jangan bermain ataupun mengobrol saat pelajaran sekalipun kamu bosan.  Apa kamu mau menolong Ibu, Nak?” Tanya gurunya.
“Ia Bu.” Jawab Tanto singkat.
“Bagus, Ibu percaya denganmu, dan jika  kamu mulai merasa bosan kamu bisa membantu teman-temanmu yang belum mengerti dengan mengajari mereka dibanding kamu mengajaknya mengobrol. Apa kamu bersedia mengajari temanmu, Tanto?” Tanya gurunya lagi.
“Ia Bu, Saya bersedia mengajari teman-teman saya pelajaran yang belum mengerti.” Kata Tanto tulus.
“Ibu percaya bahwa kamu bisa lebih memperhatikan pelajaran dan tidak akan sibuk mengerjakan hal-hal yang lain. Sekarang kamu boleh masuk kelas kembali karena jam istirahat telah habis.”
Baik bu.” Kata Tanto Mantap sambil berdiri dan kemudian berjalan keluar dengan langkah yang ringan karena ia berjanji pada dirinya sendiri untuk lebih memperhatikan guru yang menerangkan pelajaran di sekolah karena Tanto tidak mau menjadi anak yang sombong dan memandang rendah orang lain.
                                                               

Note:Cerpen ini juga saya publikasikan di Kompasiana





                 

















Jumat, 06 September 2013

PARTANGIANGAN WIJK 2



Selasa, 3 September 2013 gsm mengikuti kebaktian keluarga di kediaman kel. Ny. St. L.M. Ritonga br. Sitorus. Ibadah dimulai pada pkl 1945.



Di dalam ibadah ini dilaksanakan juga penghiburan (pangapuliaon) bagi keluarga ini, karena hari Minggu, 1 September 2013, St. LM Ritonga wafat. Dan dikebumikan hari Senin, 2 September 2013.


Partangiangan wijk 2 (Foto : Roneva Sihombing)


Dalam ibadah ini menggunakan buku ibadah bulanan. Dan untuk minggu 1, dilaksanakan PA Tematis yang berjudul Pernikahan (suci) Kristen.

Ibadah diakhiri dengan makan malam bersama.


-RS






Kamis, 22 Agustus 2013

Galery Video Unit Yapon

video
Horong 3 sedang latihan bernyanyi(Video: Harapan Purba)


video

Horong 2 dan horong 3 sedang bernyanyi bersama(Video: Harapan Purba)




Video Lomba Fashion Show Horong Kecil

video
Peserta Fashion Show horong kecil sedang menari tor tor. (Video: Harapan Purba)

Kamis, 15 Agustus 2013

Anak Sekolah Minggu Horong 3 Yapon


Anak-anak Sekolah Minggu Horong 3 Unit yapon HKBP Palembang. Tahun Ajaran 2013/2014. (Foto:Harapan Purba)
Setelah Anak Sekolah Minggu Tahun Ajaran 2012/2013 beranjak Remaja, maka pada tanggal 28 Juli 2013, kami telah mengadakan kegiatan perpisahan untuk Anak-anak Sekolah Minggu Horong 3 Unit Yapon yang telah beranjak remaja dan naik tingkat, dan kiranya di Ibadah Remaja nanti mereka bisa lebih mendalami Firman Tuhan, takut hukum Tuhan, supaya nantinya mereka bisa menjadi penerus jemaat Di HKBP di mana pun berada. Songoni majo saotik hata sian hami Guru sekolah Mingggu Horong 3.(Harapan Purba)

Panggilan tertinggi bagi guru-guru sekolah minggu adalah sebagai gembala bagi anak-anak yang Tuhan percayakan di sekolah minggu. Artinya guru sekolah minggu bukan hanya sebagai pengajar yang mengenalkan anak-anak sekolah minggu kepada Tuhan Yesus tetapi juga memberikan bimbingan kepada mereka. Pengajaran dan bimbingan guru sekolah minggu itu, yang akan menjadi bekal anak-anak sekolah  minggu dalam menjalani kehidupan mereka nantinya baik sebagai remaja, orang dewasa maupun sebagai orang tua. Itulah pesan yang coba disampaikan oleh Guru Sekolah Minggu Horong 3 unit Yapon kepada anak-anak sekolah minggu mereka yang telah beranjak remaja.





Galery Foto Partangiangan Wijk

PARTANGIANGAN WIJK 8

partangiangan Wijk 8 di Rumah Kel. Ny. SE. Simanjuntak/br. Sitanggang

PARTANGIANGAN WIJK 13

Kaum Bapak Jemaat Wijk 13 sedang mengobrol sebelum mulai Partangiangan Wijk (Foto: Roneva Sihombing)

PAPTANGIANGAN WIJK 13

Kaum Ibu Jemaat Wijk 13 sedang mengobrol setelah selesai Partangiangan Wijk (Foto: Roneva Sihombing)

PARTANGIANGAN WIJK 14

Guru -guru sekolah minggu bersama orang tua jemaat Wijk 14,  di partangiangan Wijk 14, di rumah Kel. Ny.P.TAmbunan / br. Ambarita.(Foto: Andro Hutabarat)

PARTANGIANGAN WIJK DI SUMUR TINGGI

FOTO BERSAMA GURU-GURU SEKOLAH MINGGU DAN JEMAAT WIJK

PARTANGIANGAN WIJK I

Kaum Bapak jemaat wijk 1 sesudah partangiangan

PARTANGIANGAN WIJK IV

Kaum Bapak jemaat wijk 4 sesudah partangiangan

PARTANGIANGAN WIJK IV

FOTO BERSAMA GURU-GURU SEKOLAH MINGGU DAN JEMAAT WIJK 4

PARTANGIANGAN WIJK 6

FOTO BERSAMA GURU-GURU SEKOLAH MINGGU BERSAMA JEMAAT WIJK 6 SELESAI PARTANGIANGAN

PARTANGIANGAN WIJK 6

BERNYANYI BERSAMA JEMAAT WIJK 6 SELESAI PARTANGIANGAN

PARTANGIANGAN WIJK 12

FOTO BERSAMA GURU-GURU SEKOLAH MINGGU DAN JEMAAT WIJK 12

PARTANGIANGAN WIJK 12

GURU-GURU SEKOLAH MINGGU MENGKIKUTI KEBAKTIAN DI WIJK 12